• UNIVERSITAS SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS
  • Iman - Adab - Ilmu

Dosen Fakultas Studi Islam UNISSAS Jadi Pemateri In House Training di SMAN 1 Seluas, Dorong Penguatan Numerasi dan Nasionalisme di Era Digital

SELUAS — Dosen sekaligus Wakil Dekan Fakultas Studi Islam Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS), Dr. Nurul Hidayat, S.Th.I., M.Sos., menjadi pemateri dalam kegiatan In House Training (IHT) peningkatan kompetensi guru yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Seluas. Kegiatan ini berfokus pada penguatan numerasi dan pengimbasan pemanfaatan sarana digitalisasi pembelajaran melalui Papan Interaktif Digital (PID) pada jenjang SMA, sekaligus menumbuhkan jiwa nasionalisme di era digital.

Kegiatan tersebut menjadi sarana pengembangan kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi. Penguatan numerasi dan pemanfaatan perangkat digital diharapkan dapat mendorong proses belajar yang lebih interaktif, kontekstual, serta mendukung pembentukan karakter peserta didik.

Dalam pemaparannya, Dr. Nurul Hidayat menekankan bahwa peningkatan kompetensi guru perlu mengintegrasikan kemampuan mengajar, penguasaan teknologi, dan penguatan nilai kebangsaan. Kehadiran sarana digital perlu diikuti dengan kemampuan guru merancang pembelajaran yang bermakna agar teknologi memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.

“Pemanfaatan Papan Interaktif Digital perlu diarahkan untuk membangun pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif. Melalui sarana ini, guru dapat mengembangkan materi numerasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus mengajak siswa memahami keberagaman dan mencintai bangsanya,” ungkap Dr. Nurul Hidayat.

Ia menjelaskan bahwa penguatan numerasi dapat dikaitkan dengan berbagai persoalan di lingkungan sekitar. Data tentang kependudukan, potensi daerah, kegiatan ekonomi, maupun kekayaan budaya Indonesia dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran yang melatih kemampuan membaca informasi, berpikir kritis, dan menarik kesimpulan.

Menurutnya, pendekatan tersebut membuka ruang bagi guru untuk menghubungkan kecakapan akademik dengan pembentukan karakter. Peserta didik diharapkan mampu memahami manfaat pengetahuan bagi kehidupan bersama serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa.

“Di era digital, guru memiliki peran penting dalam membimbing siswa agar cakap menggunakan teknologi, kritis menerima informasi, dan bertanggung jawab dalam berkomunikasi. Jiwa nasionalisme dapat ditumbuhkan melalui kebiasaan menghargai perbedaan, menjaga persatuan, serta memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan karya yang bermanfaat,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UNISSAS, Dr. H. Arnadi, M.Pd., mengapresiasi keterlibatan dosen Fakultas Studi Islam dalam kegiatan peningkatan kompetensi guru di SMA Negeri 1 Seluas. Ia menilai kontribusi dosen dalam pengembangan pendidikan merupakan bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dan upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan sekolah.

“Kami mendukung keterlibatan dosen UNISSAS dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman bersama para guru. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta menyiapkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan,” ujar Dr. H. Arnadi.

Rektor juga menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi pendidikan perlu berjalan seiring dengan penguatan nilai moral dan identitas kebangsaan. Guru menjadi penggerak utama dalam memastikan kemajuan teknologi mendukung tumbuhnya generasi yang cerdas, beretika, dan peduli terhadap masa depan Indonesia.

“Transformasi digital dalam pendidikan perlu memberi ruang bagi tumbuhnya kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kecintaan kepada tanah air. Kami berharap para guru dapat memanfaatkan sarana digital secara optimal untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman dan tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan,” tuturnya.

Melalui kegiatan IHT ini, penguatan kompetensi guru diharapkan dapat berlanjut dalam praktik pembelajaran di kelas serta melalui berbagi pengetahuan antarguru. Pemanfaatan PID yang terarah, penguatan numerasi, dan penanaman nilai nasionalisme menjadi bagian yang saling melengkapi dalam menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan era digital. (Asrul)

Komentar