• UNIVERSITAS SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS
  • Iman - Adab - Ilmu

Bawaslu Sambas Bekali Mahasiswa Baru UNISSAS tentang Peran Pengawasan Partisipatif dalam menjaga Demokrasi Bangsa

Sambas, 20 Oktober 2026 – Anggota Bawaslu Kabupaten Sambas, Ibu Dr. Henny Yusnita, S.Sos.I., M.Hum., menyampaikan materi pada kegiatan MATAMA (Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru) 2026, dengan tema “Lead the Future: Young Economist yang Berani, Adaptif, Moderat untuk Indonesia Emas yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS), Selasa (20/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 15.00-16.30 WIB tersebut dilaksanakan di Auditorium Ir. Burhanuddin A. Rasyid. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa baru untuk memperoleh pemahaman mengenai kehidupan demokrasi, kepemiluan, serta peran generasi muda khususnya mahasiswa dalam turut mengawal proses demokrasi.

Dalam penyampaian materinya, Ibu Henny menjelaskan pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya mahasiswa, dalam pengawasan partisipatif. Menurutnya, pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi membutuhkan partisipasi masyarakat khususnya mahasiswa sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan.

“Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai bagian dari masyarakat yang dapat ikut berperan dalam pengawasan partisipatif. Keterlibatan tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan pemahaman kepemiluan, menyampaikan informasi yang benar, serta ikut mengawasi proses pemilu di lingkungan masing-masing,” ujar Ibu Henny.

Dalam pemaparannya, Ibu Henny juga mengajak mahasiswa untuk memahami berbagai potensi pelanggaran pemilu, seperti politik uang, penyebaran berita bohong, serta tindakan yang dapat merusak integritas proses demokrasi. Mahasiswa juga diharapkan agar mampu menyaring informasi secara kritis, menolak politik uang, dan dapat menyampaikan dugaan pelanggaran melalui mekanisme resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, pengawasan partisipatif menjadi sarana untuk membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga demokrasi merupakan tanggung jawab bersama, perbedaan pilihan politik, hendaknya disikapi secara dewasa dengan tetap menjunjung tinggi persatuan, toleransi, dan nilai-nilai demokrasi.

Melalui kegiatan MATAMA ini, diharapkan mahasiswa dapat menjadi mitra strategis dalam memperluas pendidikan politik dan pengawasan partisipatif. Keterlibatan mahasiswa diharapkan mampu memperkuat budaya demokrasi yang sehat, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk turut mengawal proses demokrasi. (Asrul)

Komentar